Djarnawi Hadikusuma : Pendekar Yang Aktivis Gerakan & Produktif Menulis

10922560_10203594348566891_2778395248073656318_n

Oleh : Dani Kurniawan

(Penggiat Pemuda Muhammadiyah DIY)

Sosok yang ahli dalam beladiri, aktif berorganisasi dan produktif dalam menulis sulit ditemui di tubuh persyarikatan. Tokoh yang pernah ada salah satunya adalah Djarnawi Hadikusumo. Djarnawi adalah nama kecil setelah dewasa ditambahkan hadikusuma yang berasal dari nama ayahnya yakni Ki Bagus Hadikusumo, salah satu tokoh nasional yang berkontribusi besar dalam kemerdekaan negara republik Indonesia.

Sedangkan ibunya adalah Siti Fatimah (Fatimah) keturunan RH.Suhud seorang abdi dalem santri keraton Yogyakarta. Begitu juga dari bapaknya keturunan keluarga RH. Lurah Hasyim seorang abdi dalem santri juga di keraton Yogyakarta. Djarnawi dilahirkan pada hari ahad tanggal 4 Juli 1920 di Kampung Kauman Yogyakarta. Dimana tempat itu juga kelahiran dari Persyarikatan Muhammadiyah.

Oleh sebab itu sejak kecil ia sudah berada dan didik di lingkungan muhammadiyah. Pendidikan diawali di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Kauman Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan di Sekolah Rakyat (Standart School). Dari situ dilanjutkan di Kweekschool Muhammadiyah (Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah-sekarang) selama 6 tahun.

Di sana ia digembleng ilmu keagamaan mulai dari aqidah, ibadah, ulumul qur’an, bahasa arab hingga ilmu falak. Beberapa gurunya adalah : KH. Mas Mansur, Ustadz Farid Ma’ruf, H. Abdul Kahar Mudzakkir, H. Rasyid dan KH. Siradj Dahlan (putra KH. Ahmad Dahlan).

A.Aktifitas di Muhammadiyah

Setelah lulus dari Mu’allimin Djarnawi mendapatkan tugas dakwah dari Muhammadiyah di daerah Merbau Sumatera Utara. Di sana beliau aktif sebagai pengurus ranting muhammadiyah Merbau. Selain itu juga aktif berdakwah dilingkungan perkebunan Merbau dan terakhir beliau diamanahi sebagai kepala sekolah di Sekolah Muhammadiyah. Begitu pula saat pindah di Tebing Tinggi Djarnawi Hadikusuma juga diangkat sebagai kepala sekolah di Sekolah Muhammadiyah serta aktif di cabang muhammadiyah Tebing Tinggi.

Pada tahun 1949 beliau pulang dari ke tanah kelahiran kemudian tercatat sebagai anggota Majelis Tabliq PP Muhammadiyah sampai tahun 1962. Selanjutnya pada muktamar ke-35 di Jakarta tahun 1962 Djarnawi terpilih sebagai sekretaris II Pengurus Pusat Muhammadiyah. Setelah itu muktamar Muhammadiyah ke-36 di Bandung tahun 1967 terpilih menjadi Ketua III Pengurus Pusat Muhammadiyah. Dan pada periode berikutnya dia diangkat menjadi Sekretaris PP Muhammadiyah hingga akhirnya pada Muktamar Muhammadiyah ke-42 di Yogyakarta beliau dipilih menjadi Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tadjid dan Tabliq yang mengkoordinasikan Majelis Tabliq, Majelis Tarjih, Pustaka dan Lembaga Dakwah Khusus.

B. Pendekar Tapak Suci

Dalam sejarah pencak silat tapak suci Djarnawi Hadikusumo memiliki andil besar bagi perkembangan bela diri ini. Beliau salah seorang tokoh yang mendorong kelahiran seni bela diri ini pada tanggal 13 Juli 1963. Djarnawi adalah tokoh yang merumuskan doa dan ikrar perguruan Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Dimana doa dan ikrar ini menjadi pembuka latihan dan pertandingan silat Tapak Suci.

Mulai tahun 1966 sampai 1991 beliau didaulat menjadi Ketua Umum Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah. Selama 25 tahun memimpin tapak suci beladiri ini mengalami kemajuan pesat.

C.Sumbangsih Pemikiran

Dalam berdakwah melalui muhammadiyah Djarnawi Hadikusumo termasuk orang yang tidak tanggung-tanggung sehingga totalitas. Hal itu dapat dilihat dari aktivitas dimana beliau tidak hanya menjalankan roda organisasi (hadir rapat & melaksanakan program kerja) namun berusaha menyumbangkan ide gagasan dan pemikiran untuk kemajuan dakwah muhammadiyah.

Hal itu dapat dilihat dalam beberapa aktifitasnya  seperti pada tahun 1962 dia bersama tokoh seperti H.AR. Fachruddin dan H.M. Mawardi diberi tugas oleh PP Muhammadiyah untuk menggodok dan merumuskan kepribadian muhammadiyah. Kemudian bersama H.M.Djindar Tamimy berhasil menulis Penjelasan Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Selain itu  pemikiran beliau secara panjang lebar membahas tentang Iman dan Dzat Tuhan, Manusia, Kristologi dan masih banyak lagi.

D.Karya Tulis.

Djarnawi Hadikusumo tidak hanya terkenal akan pemikiran dan gagasan. Namun juga terkenal akan buku karya tulisnya. Adapun buku-buku karya Djarnawi Hadikusuma adalah :

  1. Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Risalah Islam (1974), Kitab Tauhid (1987), Ilmu Akhlaq (1990), Kitab Fekih (t.t.), Ahlus Sunnah Wal Jama`ah (t.t.), Bid`ah Khurafat (t.t.), Menyingkap Rahasia Maut (t.t.), dan Jalan Mendekatkan Diri Kepada Tuhan (t.t.).

  1. Bidang Kristologi

Beliau menulis dua buah buku, yaitu Sekitar Perjanjian Lama dan   Perjanjian Baru (t.t.) dan Buku Kristologi (1982).

  1. Bidang Sejarah

Aliran-aliran Pembaruan Islam : Dari Jamaluddin Al-Afghani sampai KH. Ahmad Dahlan (tt) Derita Seorang Pemimpin : Riwayat Hidup, Perjuangan dan Buah Pikiran Ki Bagus Hadikusumo (1979), Peperangan Pada zaman Rasulullah  (tt).

Dan masih banyak lagi buku karya Djarnawi Hadikusuma. Kemudian bertepatan pada tanggal 26 Oktober 1993 dalam usia yang ke-73 tahun akhirnya beliau meninggal dunia. Kabar ini tentu mengagetkan banyak pihak khususnya persyarikatan. Karena sumbangsih berupa pemikiran, gagasan, tenaga dan materi dari beliau sungguh besar bagi kemajuan muhammadiyah. (dari berbagai sumber)

Related Post