Menguatkan Peran Muhammadiyah Dalam MEA

10915145_10152735284632198_6871403924515859205_n

Oleh : Dani Kurniawan

              Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA) harus disikapi secara cerdas. Oleh sebab itu Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhamadiyah DI.Yogyakarta melakukan kajian hal ini dalam kuliah politik dan kebijakan publik ke-11 bertajuk ” Masyarakat Ekonomi Asean dan Tantangan untuk Muhammadiyah”. Kegiatan berlangsung pada hari sabtu (7/2) di Aula Gedung PWM DIY.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini adalah Akhmad Akbar Susamto, Ph.D Dosen Ekonomi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM). Sedangkan sebagai moderator adalah Taufiq dari Bapeda DIY. Menurut Akhmad Akbar Susanto, Ph,D hadirnya MEA jangan di tolak. ” Akan tetapi harus disikapi dengan bijak dengan mencari peluang sehingga bisa berkontribusi secara positif. ”

Terkait hal itu ada beberapa peluang dan muhammadiyah sebagai civil society bisa mengambil peran dalam MEA. Adapun peran yang bisa di ambil dalam MEA menurut Ahkmad Akbar, Ph.D sebagai berikut : Pertama, muhammadiyah sebagai civil society harus mampu mengawal kebijakan pemerintah agar kebijakan yang diambil dalam MEA berpihak kepada dalam negeri.

Kedua, muhammadiyah harus menyiapkan umat agar bisa bersaing dengan masyarakat di level Asean. Ketiga, muhammadiyah harus melakukan pemberdayaan ekonomi agar bisa berkompetisi ekonomi di tingkat Asean. Keempat, hadirnya MEA membuka peluang muhammadiyah bisa menjadi pemain global.

 

 

Related Post