PCPM & PCNA Gamping Bersama Muspika Serius Perangi Narkoba & Klitih

gamping

Gelagat dakwah amar ma’ruf nahi munkar semakin kencang digaungkan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM)  Gamping beserta Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Gamping. Konsep kemajuan yang menjadi landasan dilengkapi dengan adanya ghirah dan kreativitas menjadikan semangat tersendiri dari Angkatan Muda Muhammadiyah Gamping (AMMGA) untuk terus berkarya nyata untuk umat.

            Setelah berbagai program kerja dijalankan baik dari Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyatul ‘Aisyiyah Gamping akhirnya PCPM dan PCNA menjadi pioneer kemajuan diantara organisasi kepemudaan lainnya yang melakukan audiensi dengan Pemerintah Kecamatan Gamping dan segenap Muspika. “Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir”, ujar Ibrahim selaku ketua PCPM Gamping ketika dalam berbagai kesempatan ia memberikan semangat untuk pimpinan lainnya.

Dengan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan demi mewujudkan Gamping yang berkemajuan PCPM bersama PCNA Gamping menginisiasi untuk melakukan audiensi (9/3) dengan Pemerintah Kecamatan Gamping dan Muspika, yang dihadiri langsung oleh Abu Bakar, S.Sos., M.Si. camat Gamping beserta sekcam, Kapolsek Gamping dan Danramil 17/ Gamping. Sedangakn dari AMMGA dihadiri sebanyak 35 Pimpinan beserta perwakilan dari PDPM Sleman.

            Ada banyak hal yang bisa terbahas dalam pertemuan tersebut mulai dari saling memaparkan program dan saling memberikan masukan hingga bertukar pikiran untuk mewujudkan Gamping yang berkemajuan. “Menjadi gayung bersambut adalah harapan kita semua dengan awal pertemuan yang baik ini”, ujar Aditya Rendy Artha, sekretaris PCPM Gamping yang kala itu memoderatori acara tersebut. Dan disahut oleh Abu Bakar, “ini adalah langkah awal yang indah untuk menjalin persahabatan kita.”

            Ibarat pepatah seperti ‘tutup ketemu tomblok’ pertemuan ini menjadi harapan yang ditunggu-tunggu oleh kedua belah pihak. Pasalnya, kemajuan masyarakat Gamping tidak bisa dicapai jika hanya diupayakan oleh satu pihak saja. Dalam hal ini AMMGA seakan memberikan angin segar dengan menawarkan ide-ide kreatifnya.

            Acara dimulai dengan kata sambutan dari camat Gamping dilanjutkan dengan pemaparan maksud dan tujuan audiensi disertai dengan informasi program kerja PCPM dan PCNA Gamping yang sudah berjalan dan sedang proses untuk eksekusi.

            Audiensi ini awalnya didasari oleh keprihatinan AMMGA atas maraknya berbagai kasus yang melibatkan anak-anak muda di wilayah Gamping pada khususnya dan di wilayah lain pada umumnya. Kasus-kasus yang disinggung dalam pertemuan ini diantaranya maraknya kasus-kasuh klithih, hamil di luar nikah, penyalahgunaan NAPZA dan obat-obat lainnya, geng motor, pengangguran, kenakalan remaja dan lain sebagainya yang secara statistik angkanya cukup fantastis di wilayah Gamping.

            Berangkat dari keprihatinan tersebut, dalam diskusi yang dibalut penuh kedekatan dan rasa kekeluargaan ini akhirnya memunculkan berbagai masalah yang diketahui oleh kedua belah pihak namun luput dari data-data resmi yang ada. Hal ini menjadi warning bagi pemerintah kecamatan Gamping dan Muspika untuk memperkuat dan menangani kondisi wilayahnya, serta menjadi bahan masukan bagi AMMGA sebagai dasar untuk menyusun program kerja selanjutnya agar lebih mengena dan tepat sasaran.

            Acara yang dilaksanakan di aula Balai Desa Ambarketawang ini berjalan dengan cair dan santai. Ada banyak hal yang akhirnya bisa disampaikan oleh AMMGA ke pihak Pemerintah Kecamatan Gamping dan Muspikan terutama dalam proses menjalankan beberapa program yang menemui kendala seperti KOKAM Security yang dipresntasikan oleh Rohmadi salah satu pengelola KOKAM Security yang akhirnya mendapatkan pembicaraan dan tindakan lebih lanjut dari Kepolisian Sektor Gamping untuk pembinaan.

            Program pengelolaan sampah organik dan ketahanan pangan pun menjadi bahasan menarik dan menjadi perhatian khusus dari Komandan Rayon Militer Gamping setelah dipresentasikan oleh Parijo selaku salah satu motor penggerak yang membidanginya. Tak lupa Imastuti (PCNA Gamping) juga menyinggung tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang juga menjadi perhatian khusus dari Camat dan Muspika.

        Pertemuan antara kedua belah pihak ini, diharapkan menjadi langkah awal dan dapat terus dikembangkan dalam bentuk-bentuk lainnya untuk saling berkoordinasi, saling mendukung program dan saling bekerja sama.

            Satu tekad dan harapan bersama untuk mewujudkan Gamping berkemajuan menjadi pondasi pokok untuk sama-sama berkiprah di tengah-tengah masyarakat untuk menjadi oase atas peliknya berbagai permasalahan yang ada di wilayah Gamping.

            ‘Tak ada gading yang tak retak’ kata sebuah pepatah. Memang tidak semuanya masyarakat Gamping memiliki kasus-kasus dan catatan buruk, namun masih ada bahkan lebih banyak potensi-potensi luar biasa terutama SDM di wilayah Gamping. Hal ini menjadi penyemangat dan menghadirkan rasa optimisme untuk terus berkarya nyata dan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya demi terciptanya masyarkat yang madani dan berkemajuan.

Related Post