PEMUDA MUHAMMADIYAH DIY IKUT AKSI DAMAI DUKUNG KPK

Sebelah kiri Ketua PWPM terpilih (Iwan Setiawan), Sebelah Tengah (Prof.Dr. Abdul Munir Mulkan) Sebelah Kanan Tokoh Bangsa ( Buya Syafie)

Sebelah kiri Ketua PWPM DIY terpilih (Iwan Setiawan), Tengah Tokoh Muhammadiyah (Prof.Dr. Abdul Munir Mulkan) Sebelah Kanan Tokoh Bangsa ( Buya Syafii Ma’arif)

 

“Melumpuhkan KPK,
berarti Indonesia menggali kuburnya sendiri”

Itulah salah satu orasi yang disampaikan Buya Syafii Maarif dalam aksi damai dukung KPK pada senin (26/1) di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selain itu dalam orasinya beliau juga menyampaikan oleh Presiden Jokowi diminta menjadi Tim Independen untuk ikut membantu mencari penyelesaikan atas kekacauan ini.
Aksi Damai dukung KPK oleh Akademisi,Civitas Akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Ortom Muhammadiyah. Hadir Pimpinan Muhammadiyah dan Ortom-ortom Muhammadiyah. Tokoh Muhammadiyah yang hadir selain Buya Syafii Maarif ada Prof Abdul Munir Mulkhan, Prof Bambang Cipto, DR Chairil Anwar, Ketua PP Aisyiyah Ibnu Noordjanah Djohantini dll

10946019_10203604005875884_451278638_o

Pemuda Muhammadiyah DIY dan ortom-ortom Muhammadiyah juga ikut bergabung memberikan dukungan dalam Aksi Damai pagi ini. Iwan Setiawan selaku ketua terpilih Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY 2014-2018 didampingi Slamet Suhartono, Noviar Handi Al Faani, Dani Kurniawann dan Nur Cahyoprobo senior PM DIY. Dalam hal ini  PWPM DIY berharap agar tidak terjadi lagi peristiwa CICAK vs BUAYA jilid 2 dan berharap Presiden Joko Widodo segera menyelesaikan masalah ini.
Pernyataan sikap warga Muhammadiyah:
1. Kami prihatin dengan rivalitas lembaga penegak hukum dan akhirnya justru menguntungkan koruptor. Oleh karena itu kami meminta kepada KPK dan Polri untuk bisa menahan diri dan tidak saling menjatuhkan martabat lembaga dengan tetap menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
2. Kami mencintai dan mengharapkan kinerja KPK dan Polri untuk melakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan perundangan dan mampu membebaskan diri dari berbagai tekanan dan kepentingan politik.
3. Kami memberi dukungan moral kepada KPK dan menentang segala macam bentuk upaya kriminalisasi terhadap KPK.
4. Kami meminta keberadaan Presiden sebagai kepala negara dengan segala kekuasaannya untuk bisa bersikap tegas dengan bertanggung jawab menyelesaikan kegaduhan politik antara KPK dan Polri sehingga memberikan suasana yang tenang

Related Post